Hasil tracer study terbaru terhadap alumni Teknik Elektro Fakultas Teknik Elektro Universitas Diponegoro lulusan tahun 2025 menunjukkan kabar menggembirakan: hampir seluruh lulusan telah mendapatkan pekerjaan dalam waktu singkat setelah menyelesaikan studi. Dari 105 alumni yang menjadi responden, sebanyak 102 orang (97,1%) tercatat sudah bekerja, baik sebagai karyawan di berbagai instansi maupun sebagai wirausahawan mandiri. Sedangkan sisanya melanjutkan studi lanjut (S2).

Salah satu temuan paling menonjol dari hasil tracer study ini adalah cepatnya masa tunggu alumni dalam memperoleh pekerjaan pertama. Secara rata-rata, alumni hanya membutuhkan waktu 2,9 bulan sejak dinyatakan lulus hingga resmi bekerja, dengan angka median bahkan lebih singkat, yaitu 2 bulan.
Lebih rinci, sebanyak 13,7% alumni langsung mendapatkan pekerjaan begitu lulus (masa tunggu 0 bulan), dan lebih dari separuh alumni atau tepatnya 52,9% berhasil bekerja dalam rentang 1 hingga 3 bulan. Artinya, sekitar 66,6% alumni sudah bekerja kurang dari satu semester setelah kelulusan. Hanya 8,8% alumni yang memerlukan waktu lebih dari 6 bulan untuk mendapatkan pekerjaan.

Capaian ini menjadi indikator kuat bahwa kompetensi dan keterampilan yang dibekalkan selama masa studi relevan dan dibutuhkan oleh dunia kerja, sekaligus mencerminkan jejaring dan reputasi institusi di mata industri.
Diserap Perusahaan BUMN Ternama
Selain masa tunggu yang singkat, tracer study juga mencatat bahwa alumni berhasil menembus berbagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan BUMD ternama di Indonesia. Total 19 alumni atau 18,6% dari alumni yang bekerja terserap di sektor BUMN/BUMD, menjadikannya kelompok tempat kerja terbesar kedua setelah perusahaan swasta.
Beberapa nama besar yang tercatat merekrut alumni fresh graduate ini antara lain PT Pertamina (RU V), PT PLN dan anak-anak usahanya (PLN Enjiniring, Indonesia Power), PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bank Mandiri, PT GMF AeroAsia (anak usaha Garuda Indonesia untuk perawatan pesawat), PT Pindad (Persero), PT Rekayasa Industri, PT PGAS Solution (anak usaha PGN), PT Brantas Abipraya, hingga Danantara Asset Management. Sebarannya bahkan mencapai berbagai wilayah, mulai dari Kalimantan Timur, Papua Pegunungan, Sumatera Selatan, Riau, hingga Jawa Barat dan Jakarta.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa lulusan tidak hanya cepat terserap, tetapi juga mampu bersaing dan lolos proses seleksi ketat di perusahaan-perusahaan kelas nasional.
Gaji Kompetitif Sejak Awal Karier
Dari sisi penghasilan, mayoritas alumni (66,7%) memperoleh gaji pertama pada kisaran Rp5-10 juta per bulan, dengan rata-rata gaji mencapai sekitar Rp7,9 juta. Bahkan, 12,7% alumni berhasil memperoleh gaji di atas Rp10 juta sejak awal berkarier, termasuk beberapa yang bekerja di perusahaan energi dan pertambangan besar.

Dominasi Wilayah Jawa, namun Menjangkau Seluruh Indonesia
Dari sisi sebaran wilayah kerja, sebagian besar alumni (81,4%) berkarier di Pulau Jawa, dengan DKI Jakarta sebagai tujuan terbanyak (31,4%), diikuti Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Banten. Meski demikian, alumni juga tersebar hingga ke luar Jawa (17,6%) seperti Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Bali, hingga Papua Pegunungan, bahkan ada pula yang berkarier di luar negeri. Sebaran ini menunjukkan bahwa lulusan memiliki daya saing dan mobilitas kerja yang luas, tidak terbatas pada satu wilayah saja.

Komitmen Teknik Elektro Undip Menyiapkan Lulusan Siap Kerja
Capaian masa tunggu kerja yang singkat serta keberhasilan alumni menembus perusahaan-perusahaan BUMN besar ini menegaskan komitmen Teknik Elektro Undip dalam menyiapkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di dunia kerja sejak hari pertama kelulusan. Melalui kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri, program pengembangan soft skill, serta jejaring kerja sama dengan berbagai perusahaan dan instansi, institusi terus berupaya memastikan setiap lulusan memiliki bekal yang cukup untuk memulai karier profesional secepat mungkin.
Hasil tracer study ini akan terus menjadi bahan evaluasi bagi Program Studi Teknik Elektro untuk memperkuat kualitas pendidikan serta memperluas jejaring kemitraan dengan dunia industri, sehingga di tahun-tahun mendatang, masa tunggu kerja alumni dapat semakin dipersingkat dan kualitas penempatan kerja semakin meningkat.