48187

Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah mampu meraih berbagai penghargaan di ajang Internasional, Japan Design and International Expo di Tokyo, Jepang. Peserta lain dari berbagai negara berhasil disingkirkan, sehingga perwakilan Undip memboyong beberapa prestasi sekaligus. Satu diantaranya yaitu karya tim mahasiswa Teknik Elektro Undip bersama mahasiswa jurusan program studi yang lain.

Tim mahasiswa Fakultas Teknik terdiri dari Bimo Bagaskoro (T. Elektro), Muhammad Alvin Ridho (T. Elektro), Ro’ad Baladi Al Komar (T. Elektro), Wirda Nabilla Safitri (T.Lingkungan) dan Monica Yulfarida (T.Kimia). Mereka berhasil memperoleh Gold Medal dalam kategori Machines and Equipment dengan Invention KOMBAT (Electrolyte Coagulation and Ozonitation for Batik Waste) Solution for Waste Treatment In Batik Factory.

Karya itu merupakan prototype pengolahan limbah cair batik menggunakan 3 prinsip utama, elektrokoagulasi, ozonasidanfiltrasi. Alat ini mampu menurunkan kadar COD; BOD, TSS, warna dan kadar logam.

“Proses seleksi dilakukan langsung oleh penyelenggara lomba yaitu WIIPA (World Invention Intellectual Property Association) dengan mengirimkan abstrak tertulis, terkait produk atau hal yang akan ditampilkan dalam expo. Apabila lolos melengkapi beberapa form mengenai diskripsi lanjut lebih mendetail, serta SWOT dari hal yang akan di expo kan,” kata salah satu tim Ro’ad Baladi.

Mahasiswa Teknik Elektro ini menjelaskan, setelah tahapan itu sudah lengkap, peserta diberikan undangan mengikuti pameran untuk mempresentasikan lebih lanjut. Selama proses perjuangan mengikuti kompetisi, dekan dan dosen pembimbing memberikan tanggapan yang baik dan mendukung untuk mengarahkan tim.

Meski mampu mengalahkan peserta dari negara lain, perwakilan Indonesia bukan berarti tanpa kendala. Ro’ad Baladi mengungkapkan bahwa, kesulitan dan tantangan dimulai sejak awal melakukan riset dan meneliti.

“Apakah ide dapat berkerja sesuai teori, mencocokkan metode yang tepat untuk alat agar dapat berfungsi baik. Selain itu, untuk mengikuti kompetisi tingkat internasional tentu tantangan lebih banyak baik akomodasi, persiapan alat, kematangan materi, mental yang kuat dan yang paling utama adalah finansial,” jelasnya.

Dengan upaya dan jerih payah yang dilakukan, tim akhirnya mendapatkan hasil yang memuaskan. Peserta dari beberapa negara seperti Malaysia, Taiwan, dan Polandia dipaksa harus mengakui keunggulan prestasi dari mahasiswa Indonesia.

Tidak hanya tim dari Fakuktas Teknik, Undip juga berhasil meraih prestasi melalui tim – tim dari jurusan yang lain. Secara keseluruhan, delegasi Universitas Diponegoro mengirimkan 6 tim yang terdiri dari berbagai karya mahasiswa. Saat kompetisi usai, para mahasiswa berhasil memperoleh 3 emas dan 2 perak dalam kategori bidang masing-masing. Serta berhasil memperoleh Best International Inovention.

Selengkapnya