Bagi yang telah akrab di bidang kelistrikan, mungkin istilah daya reaktif tidak akan asing lagi terdengar. Namun, bagi yang belum besar kemungkinan sulit untuk menerjemahkan maksud tersebut.

Itu kerapkali yang menjadi problematik khususnya di rumah-rumah. Ketika di rumah tersebut memiliki cukup banyak perabotan listrik berdaya besar namun kapasitas daya yang terpasang tidak seimbang, bakal berdampak buruk.

Ketika mutu listrik di rumah tersebut rendah, terjadi drop tegangan. Atau istilah dalam bahasa Jawa yakni ‘njegleg’. Akibat lainnya baik disadari maupun tidak, dari buruknya kualitas listrik tersebut, semakin mempercepat kerusakan pada alat maupun perlengkapan listrik yang terpasang.

Dari situlah, tim mahasiswa Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (FT Undip) Semarang menggagas serta menciptakan produk inovatif bernama Smart Copy.

“Fungsi utama alat yang kami ciptakan tersebut secara umum untuk menghilangkan daya-daya bersifat reaktif tersebut. Tidak hanya berguna di rumah, tetapi juga perkantoran,” tutur Novita Siti Lestari (20) kepada Tribunjateng.com, Kamis (28/6/2018).

Koordinator tim peneliti Smart Copy tersebut kemunculan ide tersebut berawal dari niatan dia bersama kedua rekannya, Alif Nabiel Luqman (20) dan –almarhum– Teguh Kurniawan mengikuti serta mengajukan proposal Program Kegiatan Mahasiswa (PKM) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI.

“Kami bersyukur proposal yang kami ajukan pada November 2017 tersebut disetujui dan didanai melalui PKM Karsa Cipta Kemenristekdikti RI Tahun 2018. Kami pun mulai mengimplementasikannya pada April 2018 dan selesai pada Juni 2018 ini,” tukas mahasiswi asal Sukoharjo tersebut.

Alif menambahkan, secara sederhana daya reaktif pada kelistrikan itu diibaratkan soda pada minuman. Soda pada minuman itu ketika dituangkan ke gelas sebenarnya tidak terlalu bermanfaat.

“Hanya akan membuat air terkesan penuh pada gelas. Padahal jika sudah dituangkan dan diminum, sebenarnya hanya separo atau bahkan kurang –tidak terisi penuh–. Soda tersebutlah yang kami coba hilangkan melalui alat itu,” tandas mahasiswa asal Medan Sumatera Utara itu.

Dia mengutarakan, dari hasil pengujian setelah beberapa kali dilaksanakan trial and eror, alat tersebut mampu memperbaiki faktor daya dari sekitar 0,65 menjadi 0,97. Sehingga terjamin dapat memperbaiki serta meningkatkan efisiensi listrik bagi para pelanggan rumah tangga.

“Pada alat ini pula, sudah kami lengkapi teknologi berbasis Internet of Things (IOT). Melalui teknologi tersebut, bisa diintegrasikan dengan smartphone yang memiliki jaringan (koneksi) internet,” beber mahasiswa semester 6 tersebut.

Sehinggga, lanjutnya, pelanggan juga dapat memantau kualitas serta konsumsi listrik yang digunakan pada saat itu juga hanya melalui smartphone. Bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja tanpa ada batasan waktu.

“Untuk bisa dikatakan sempurna, berkali-kali kami lakukan pengujian. Mulai dari membanding-bandingkan metode, penggantian komponen, termasuk pula terkait kalibrasinya. Produk tersebut sudah jadi, dan ini kami sedang coba ajukan hak patennya,” tuturnya.

Dia menerangkan, rencana ke depan pula dari produk yang telah berhasil diciptakan tersebut juga akan diproduksi secara massal. Namun sembari itu pula, akan coba mencari cara agar produk saat ini, ukurannya bisa yang lebih kecil lagi agar lebih praktis.

“Semoga dari alat tersebut, baik langsung maupun tidak langsung bisa membantu masyarakat serta pemerintah dalam upaya penghematan konsumsi listrik. Setidaknya pula bisa semakin menyadarkan pelanggan rumah tangga untuk memperhatikan kualitas listrik yang tersedia ke depannya,” harapnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Listrik Rumah Mudah Drop? Mahasiswa Undip Ciptakan Alat Untuk Mengatasinya, http://jateng.tribunnews.com/2018/06/28/listrik-rumah-mudah-drop-mahasiswa-undip-ciptakan-alat-untuk-mengatasinya.
Penulis: deni setiawan
Editor: muslimah